Hukum Maluku 

Lapas Geser Gandeng BMKG dan TNI-Polri, Siapkan Pulau Hadapi Ancaman Iklim

Geser, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui sinergi lintas sektoral. Hal ini mengemuka dalam Dialog Komunikasi Publik bertajuk “Asap Kapan Hilang, Hujan Kapan Datang?” yang diinisiasi oleh Stasiun Meteorologi Kelas III Kuffar Seram Bagian Timur di Pulau Geser, Kamis (29/10/2026).

Keterlibatan Lapas Geser dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan aspek pengamanan dan pembinaan dengan dinamika iklim lokal. Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, yang turut hadir dalam forum sinergis ini menyampaikan bahwa pemahaman yang akurat mengenai informasi cuaca dari BMKG sangat krusial bagi operasional di lingkungan Pemasyarakatan.

“Informasi meteorologi dan klimatologi ini menjadi basis data penting bagi kami dalam menyusun mitigasi risiko gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), memastikan keselamatan warga binaan saat cuaca ekstrem, serta merancang program pembinaan kemandirian yang adaptif terhadap lingkungan,” ujar Alhamid.

Kegiatan yang sarat akan semangat sinergi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Raja Negeri Geser, pimpinan instansi vertikal, serta diikuti secara virtual oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Geser, Basarnas SBT, Dinas Perhubungan SBT, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Fokus utama pembahasan dalam forum ini meliputi upaya mitigasi kabut asap, kesiapsiagaan menghadapi lonjakan intensitas hujan pada pertengahan November hingga Desember 2026, pengelolaan area serapan air, pengelolaan sampah terpadu, hingga pengembangan potensi wisata Pulau Geser.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kuffar SBT di Geser, Moksen Siwasiwan, menjelaskan bahwa dinamika iklim saat ini sangat dipengaruhi oleh fenomena global seperti El Nino dan anomali suhu permukaan laut. Ia menekankan bahwa tantangan iklim ini tidak bisa dihadapi secara parsial.

“Perubahan iklim global menuntut kita untuk membangun sistem peringatan dini yang terintegrasi. BMKG tidak dapat berjalan sendiri; data cuaca yang kami suplai harus mampu diterjemahkan menjadi aksi mitigasi konkret oleh seluruh instansi di Geser, mulai dari kesiapan menghadapi bencana hingga perencanaan tata kota yang mendukung sektor wisata. Lebih lanjut kami berharap informasi yang diekluarkan bmkg dapat disebarluaskan oleh seluruh intansi di geser kepada masyarakat,” tegas Moksen Siwasiwan.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Geser, Iptu Jufrin Djaena, menyatakan kesiapan institusinya dalam mengawal stabilitas keamanan yang adaptif terhadap situasi iklim dan kebencanaan.

“Sinergi profesional ini sangat penting. Kami dari pihak Kepolisian siap memberikan dukungan penuh, baik dalam menjaga kondusivitas kamtibmas maupun menerjunkan personel secara terpadu bersama Lapas dan TNI ketika terjadi situasi darurat atau bencana alam di wilayah Geser,” kata Iptu Jufrin Djaena.

Dukungan operasional dan mobilisasi massa juga ditegaskan oleh Danramil Geser, Kapten Inf. Iksan Pattimura. Menurutnya, ketahanan wilayah merupakan hasil dari kolaborasi aktif seluruh elemen.

“TNI selalu siap bergerak dalam garis depan mitigasi bencana dan aksi sosial. Melalui program padat karya dan gotong royong terintegrasi yang disepakati hari ini, Koramil Geser akan bahu-membahu bersama Lapas, Polsek, dan masyarakat untuk membersihkan saluran air dan menata lingkungan guna mencegah banjir,” ujar Kapten Inf. Iksan Pattimura.

Dari sudut pandang adat dan pemerintahan lokal, Raja Negeri Geser, Suilani Kelian, menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan aktif instansi vertikal seperti Lapas dan BMKG dalam memikirkan masa depan Pulau Geser.

“Atas nama pemerintah negeri dan masyarakat Geser, kami sangat bersyukur atas kolaborasi lintas sektoral ini. Integrasi pengelolaan sampah dan mitigasi lingkungan ini adalah kunci. Kami siap menggerakkan warga untuk mendukung aksi gotong royong demi menjaga estetika pulau kita tercinta, sehingga Geser tidak hanya aman dari bencana tetapi juga siap tumbuh sebagai destinasi wisata yang bersih dan memikat,” ungkap Suilani Kelian.

Selain pemaparan dinamika iklim dan diskusi interaktif, dialog publik ini berhasil melahirkan kesepakatan kolaboratif antarinstansi di wilayah Geser yang mencakup empat program prioritas utama. Program tersebut meliputi penggunaan masker secara massal saat kabut asap untuk menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyiapan area serapan air menjelang lonjakan hujan pada November–Desember 2026 guna mengantisipasi genangan dan menjaga cadangan air tanah. Selain itu, disepakati pula pembersihan berkala dan tata kelola limbah terintegrasi lintas instansi untuk mencegah banjir di Pulau Geser, yang dibarengi dengan aksi kerja bakti estetika bersama masyarakat guna meningkatkan daya tarik wisata bahari dan sejarah.

Melalui integrasi program komunikasi publik dan aksi padat karya ini, Lapas Geser bersama seluruh pemangku kepentingan optimis dapat mewujudkan Pulau Geser yang lebih tangguh bencana, bersih, aman, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim global. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.